Berdoa Ingin Pulang ke Indonesia, Kisah Haru WNI Mengabdi 10 Tahun di Masjidil Haram


 

Berdoa Ingin Pulang ke Indonesia, Kisah Haru WNI Mengabdi 10 Tahun di Masjidil Haram /YouTube Sahabat Salam/ Menjadi bagian dari para pekerja Masjidil Haram menjadi suatu kebanggaan sekaligus tugas yang berharga.

Hal inilah yang dialami Abdurrahman Musfi, WNI asal Madura yang telah mengabdikan dirinya selama 10 tahun di Masjidil Haram.

Ia adalah salah satu pemuda keturunan Indonesia yang beruntung bisa mendapatkan pekerjaan di Masjidil Haram.

Lahir dan bersekolah di Mekkah, Abdurrahman mengaku telah bekerja di Masjidil Haram sejak kecil, saat usianya baru menginjak 10 tahun.

Tugasnya sederhana namun begitu mulia, yakni membagikan makanan untuk orang-orang yang berbuka puasa di Masjidil Haram.

Hingga kini di usianya yang sudah genap 20 tahun, Abdurrahman masih setia bekerja di Masjid agung umat Islam tersebut.

Bahkan karena kesukaannya dalam fotografi, dan telah menunjukkan minatnya dalam dunia potret memotret, kini Abdurrahman memiliki pekerjaan tambahan sebagai fotografer Masjidil Haram.

Halaman:

Sumber: YouTube

Sayangnya karena sulit untuk meninggalkan Masjidil Haram mengingat tugasnya di setiap musim, Abdurrahman belum bisa pulang ke kampung halamannya di Madura, Indonesia.

"Karena setiap musim kerjanya di Masjidil Haram" tuturnya ketika melakukan wawancara dengan kanal YouTube Sahabat Salam.

Ketika ditanya rencana pulang ke Indonesia, dirinya mengaku rencana tersebut tentunya ada, di samping itu Abdurrahman pun berdoa agar bisa mengunjungi Indonesia.

"Ya InsyaAllah kalau sudah dikabulkan doanya." ujarnya.

"Semua saudara ku sudah pergi ke Indonesia, tapi aku belum pergi."

Meski begitu, dirinya tetap berbahagia bertugas di Masjidil Haram karena hal tersebut merupakan impian banyak muslim.

Terlebih untuk bekerja di Masjidil Haram ini, persyaratannya pun cukup ketat, salah satunya diharuskan lulusan kuliah Mekkah. 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel