Rasulullah Larang Umatnya Mencabut Uban, Ini Hikmah Dibalik Munculnya Uban
Uban biasanya akan muncul ketika usai sudah tua. Walaupun tidak sedikit, ada juga uban yang muncul di kepala manusia yang usianya masih muda.
Munculnya uban, terkadang menimbulkan ketidaknyamanan bagi kita. Sebab uban membuat gatal kepala kita.
Karenanya tidak sedikit dari kita yang mencabuti uban tersebut karena merasa terganggu dengan kemunculannya.
Padahal harus diketahui, Rasulullah SAW melarang umatnya untuk mencabut uban di kepala manusia.
Lantas, apa sebabnya rasulullah SAW melarang umatnya mencabut uban, simak penjelasannya di bawah ini.
Tumbuhnya uban ditandai dengan adanya helai rambut yang berwarna putih. Penyebab tumbuhnya rambut putih di kepala sudah dijelaskan di dalam Alquran.
Allah SWT berfirman :
"Allah Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan kamu sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan kamu sudah kuat itu lemah kembali dan beruban ia menciptakan apa yang dikehendakinya dan Dialah yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa." (Qs. Ar-rum : 54)
Halaman:
Editor: Sam
Sumber: Mantra Sukabumi
Dari ayat tersebut dijelaskan penyebab tumbuhnya uban karena emosi. Hal ini pun diperkuat dengan penjelasan ilmiah dari para ahli.
Para ahli menjelaskan, uban bersumber dari saraf emosi. Ini menyebabkan kurangnya suplai darah yang mengandung gizi rambut-rambut yang ada di kepala jumlahnya ditaksir 200 juta helai.
Kemudian dari setiap rambut memiliki 1 pembuluh darah, 1 saraf otot kelenjar dan umbi masing-masing rambut hidup sekitar 3 tahun dengan demikian rambut akan terus memperbaiki diri dalam 2 ribu hari.
Bukan hanya menyebabkan gatal, uban juga terkadang dianggap mengganggu penampilan seseorang. Walaupun sebenarnya ada hikmah dibalik tumbuhnya uban.
"Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir. Dan apakah tidak datang kepada kamu pemberi peringatan? Maka rasakanlah (azab kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang dzolim seorang penolongpun."( Qs. al Fatir : 37).
Ibnu Katsir menerangkan dalam kitabnya, bahwa para ulama tafsir, Ibnu Abbas, Ikrimah Kota dan Ibnu Uyainah dan yang lainnya menjelaskan bahwa maksud sang pemberi peringatan ayat di atas adalah bagi orang tumbuhnya uban.
Tumbuhnya uban memang dialami orang yang sudah lanjut usia hingga uban menjadi pengingat manusia akan dekatnya ajal.
Apalagi Rasulullah SAW memberitahu rata-rata usia umatnya sebagaimana dalam sabdanya:
"Umur umatku di antara 60 ke 70 tahun, dan tidak banyak yang melebihi daripada itu." (HR imam Tirmidzi).
Tidak itu saja, larangan mencabut uban ada banyak hikmah yang bisa dipetik, salah satunya menjadikan seseorang lebih berwibawa.
Dari Abu Musa Al Asy'ari Radiallahu anhu Dia berkata Nabi SAW bersabda :
"Sesungguhnya termasuk dari pengagungan kepada Allah ialah menghormati orang muslim yang sudah beruban atau orang tua." (HR. Abu Daud)
Tidak itu saja, uban akan menjadi cahaya di hari kiamat nanti.
Dari Amr Bin Syu'aib dari ayahnya dari kakeknya bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda:
"Janganlah mencabut uban, tidaklah seorang muslim selidiki sehelai uban melainkan beban tersebut akan menjadi cahaya baginya pada hari kiamat nanti." (HR. Abu Dawud)
Artinya bagi mereka yang mencabut uban di kepalanya maka akan kehilangan cahaya pada hari kiamat nanti.
Dari Abu Hurairah radhiallahu Anhu berkata:
"Saya pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda barangsiapa yang telah beruban dalam Islam maka dia akan mendapatkan cahaya di hari kiamat." (HR. Tirmidzi)
Dari penjelasan diatas, banyak sekali hikmah yang bisa dipetik dibalik tumbuhnya uban di kepala. Karenanya kita dilarang untuk mencabut Uban.
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di mantrasukabumi.pikiran-rakyat.com dengan judul "Tak Disangka, Ternyata ini Alasan Rasulullah SAW Larang Umatnya Mencabut Uban".***
