15 Hal yang Dapat Mengurangi Pahala Puasa Ramadhan, Salah Satunya Berkumur dan Mencicipi Makanan
Ibadah puasa di bulan Ramadhan merupakan kewajiban bagi umat Muslim yang apabila dilaksanakan dapat medatangkan banyak pahala.
Banyak umat berlomba-lomba mencari pahala di bulan Ramadhan yang dianggap sebagai bulan mulia tersebut.
Akan tetapi, ternyata meskipun melaksanakan puasa Ramadhan belum tentu pahalanya diterima sepenuhnya.
Terdapat berbagai alasan pahala seorang umat yang berpuasa berkurang atau bahkan tidak diterima oleh Allah Swt.
Dilansir KabarLumajang.com dari berbagai sumber, berikut ini hal-hal yang dapat mengurangi pahala puasa yang dilakukan oleh umat Muslim.
1. Berpuasa tanpa didasari ilmu
Tanpa didasari ilmu, ibadah puasa yang dilakukan akan sia-sia. Jika puasa dilaksanakan sesuka hati, pahala bagi umat tersebut akan rusak dan tidak dapat diterima.
Halaman:
Editor: Mesha Meilawati
2. Pahala puasa rusak karena terus bermaksiat
Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda,
مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِى أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ
“Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta malah mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan.” (HR. Bukhari, No. 1903)
Umat yang berpuasa dan tetap melakukan perbuatan yang dilarang oleh Allah tidak akan diterima puasanya sehingga ibadahnya akan sia-sia.
3. Makan berlebihan saat sahur dan berbuka puasa
Makan berlebihan saat sahur dan berbuka dapat berdampak buruk bagi kesehatan dan mengurangi pahala puasa.
Nabi Muhammad mengajarkan umatnya untuk tidak berlebih-lebihan dalam segala hal, termasuk makanan.
4. Tidur berlebihan
Puasa tidak boleh dijadikan alasan bagi seseorang untuk bermalas-malasan. Meskipun ketika berpuasa tubuh menjadi lebih lemas, namun tetap dianjurkan melaksanakan kegiatan seperti biasa.
Meski terdapat hadist yang menyebut, 'tidurnya orang berpuasa adalah ibadah, diamnya adalah tasbih, doanya diterima, dan pahalanya dilipatgandakan', namun disebutkan oleh tiga perawi bahwa hadis tersebut lemah.
Tidur atau beristirahat secara berlebihan ketika puasa dapat mengganggu aktivitas dan mengurangi pahala puasa.
5. Mengeluh lapar dan haus
Puasa mengajarkan umat Muslim untuk menahan diri dari lapar, haus, dan segala godaan yang dapat membatalkan puasa.
Mengeluh lapar dan haus dapat mengurangi pahala orang yang berpuasa. Umat yang berpuasa seharusnya mengingat kembali berkah puasa sehingga dapat membuatnya bersyukur, bukan mengeluh.
6. Memeluk dan mencium suami atau istri
Meski tak diharamkan, mencium atau memeluk pasangan ketika sedang berpuasa hukumnya adalah makruh.
7. Tidak menjaga lisan
Segala pembicaraan yang mengarah pada keburukan, seperti: bergosip, berbohong, bergunjing, bertengkar, mengutuk, berbicara kasar apalagi sampai menyakiti orang lain memang tidak membatalkan puasa, namun dapat mengurangi pahala.
Nabi Muhammad SAW bersabda, 'puasa yang benar bukan hanya berpantang dari makanan dan minuman, melainkan puasa yang benar adalah dengan menjauhkan diri dari kegiatan yang sia-sia dan pembicaraan cabul."
8. Mendengarkan musik dan bermedia sosial
Mendengarkan musik dan bermedia sosial sesuai kebutuhan memang tidak mengurangi pahala puasa.
Akan tetapi, membuang-buang waktu dengan keasyikan menonton TV, bermain game, mendengarkan musik, dan bermain media sosial bisa mengurangi pahala puasa.
9. Mencicipi masakan hukumnya makruh
Mencicipi masakan hukumnya makruh meskipun diludahkan kembali. Hal tersebut dikhawatirkan berisiko tercampurnya makanan dan air liur sehingga tertelan sampai ke perut.
10. Terlalu sering berkumur
Menyikat gigi dan berkumur juga hukumnya makruh bagi orang yang berpuasa. Hal tersebut didasarkan atas kekhawatiran ada air yang ikut tertelan dan masuk ke tubuh.
11. Tidak salat
Bagi yang meninggalkan shalat dengan sengaja, padahal sedang berpuasa maka amalan puasanya akan tertolak.
Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda,
بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكُ الصَّلاَةِ
“Pembatas antara seorang muslim dengan kesyirikan dan kekafiran adalah meninggalkan shalat.” (HR. Muslim, No. 82)
12. Salat tarawih dengan terburu-buru
Salat tarawih merupakan ibadah sunnah yang dilaksanakan selama bulan Ramadhan. Salat tarawih harus dikerjakan dengan sungguh-sungguh karena bernilai ibadah.
Salat tarawih yang tidak dilakukan sesuai syariat islam dapat mengurangi pahala puasa.
13. Marah
Marah dapat mengurangi pahala umat yang berpuasa. Marah menjadi tanda bahwa seseorang tidak dapat mengendalikan hawa nafsunya sehingga tergoda oleh setan.
14. Berbohong
Berbohong diharamkan dalam kondisi apapun. Berbohong tidak hanya menjadi hal yang mengurangi pahala puasa, tetapi juga bisa membatalkan puasa.
15. Melihat lawan jenis dengan hawa nafsu
Seseorang yang berpuasa hendaknya menjaga pandangannya agar tidak tergoda oleh bujukan setan.
Melihat lawan jenis dengan hawa nafsu sehingga timbul hasrat untuk bermaksiat dapat mengurangi pahala puasa.***
