Tata Cara Mandi Junub di Bulan Ramadhan, Bolehkah Dilakukan Setelah Imsak?


 

Ilustrasi mandi /Pexels/

PORTAL JEMBER - Saat menjalankan ibadah puasa Ramadhan, semua umat Islam biasanya melaksanakan sahur.

Sahur memiliki waktu yang sangat terbatas sampai terbitnya fajar sadik atau masuknya waktu subuh. Jika waktu sahur tinggal sedikit, maka diutamakan melaksanakan sahur terlebih dahulu.

Kemudian setelahnya melakukan mandi wajib atau mandi junub. Sementara itu jika waktu sahur masih panjang, lebih baik mandi wajib dahulu kemudian dilanjutkan sahur. Jika waktu sahur masih longgar, sebaiknya mandi wajib dahulu agar tubuhnya bersih baru melakukan sahur.

Ada hal yang perlu diperhatikan jika akan melakukan mandi wajib setelah sahur. Sebelum sahur diutamakan untuk membasuh kemaluan dan melakukan wudhu, setelah itu kemudian sahur.

Dikutip PORTAL JEMBER dari salah satu unggahan video di kanal Youtube Doa Pedia pada 3 Mei 2020, ada hadis yang diriwayatkan dari Rasulullah SAW, jika Nabi dalam keadaan Junub kemudian akan tidur lagi atau makan maka Rasulullah akan berwudhu sebagaimana wudhu nya untuk shalat.

Bagi setiap muslim dalam keadaan junub karena berhubungan suami istri, apabila waktunya mencukupi, maka lebih baik mandi wajib terlebih dahulu.

Namun jika tidak mencukupi, diutamakan sahur terlebih dahulu kemudian mandi wajib tetapi disunnahkan untuk berwudhu terlebih dahulu.

Ada beberapa sebab seseorang harus melakukan mandi wajib untuk menyucikan diri, yakni di antaranya;

1. Bertemunya dua khitanan (bersetubuh) atau disebut junub,

2. Keluar mani karena bersetubuh atau sebab lainnya. Ketika seseorang meninggal dunia dan meninggalnya bukan mati syahid,

3. Selesai nifas (bersalin, setelah berhentinya darah yang keluar sesudah melahirkan),

4. Wiladah (setelah melahirkan),

5. Selesai haid,

Bagi seseorang dengan hadast besar dilarang melakukan hal-hal berikut ini:

1. Melaksanakan shalat,

2. Melakukan tawaf di Baitullah,

3. Memegang kitab suci Al-Qur'an,

4. Membawa atau mengangkat Al-Qur'an,

5. Membaca kitab suci Al-Qur'an,

6. Berdiam diri di masjid.

Niat dan tata cara mandi wajib merupakan hal yang perlu diketahui untuk membersihkan diri dari hadast besar. Tata cara mandi wajib yakni membasuh seluruh tubuh menggunakan air yang diawali dengan niat. Niat mandi wajib merupakan hal yang membedakan mandi wajib dengan mandi biasa. Niat mandi wajib yaitu;

"Nawaitu Ghusla Lifrafil Hadatsil Akbari Fardhan Lillahi Ta'aala."

Artinya: Aku berniat mandi besar untuk menghilangkan hadast besar fardhu karena Allah ta'aala.

Tata cara mandi wajib,

1. Niat,

2. Mendahulukan air wudhu yakni sebelum mandi disunatkan berwudhu terlebih dahulu,

3. Menghadap kiblat sewaktu mandi,

4. Mendahulukan bagian kanan dari pada kiri,

5. Membaca "Bismillahirrahmanirrahim" pada permulaan mandi,

6. Membasuh seluruh badan menggunakan air, yakni meratakan air ke semua rambut dan kulit,

7. Mendahulukan membasuh segala kotoran dan najis dari seluruh badan,

8. Membasuh badan sampai tiga kali,

9. Membaca doa sebagaimana membaca doa setelah berwudhu.

Itulah tata cara dan juga waktu yang baik untuk melakukan mandi wajib di bulan Ramadhan, semoga informasi ini bermanfaat.***

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel