Inilah 9 Tips Menjadi Istri Calon Penghuni Surga yang Didambakan Suami, Nomor 7 Jika Dikerjakan Mulya Sekali


 Setiap istri tentu ingin menjadi istri yang terbaik bagi suaminya, menjadi ibu yang terbaik buat anak-anaknya dan kemudian di akhirat masuk ke dalam surga.

Namun untuk menjadi istri yang terbaik bagi suaminya itu, tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Butuh kesabaran yang tinggi.

Dalam membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah tentu tidak cukup hanya dengan kemuliaan dari akhlak suami. Istri pun harus terlibat dan turut andil dalam membina rumah tangga.

Sahabat pernah bertanya, “Wanita seperti apakah yang baik?” Rasulullah lalu menjawab, “Yang menyenangkan jika suaminya memandangnya, menaatinya jika dia memerintah, dan tidak mendurhakainya dengan membawa dirinya pada sesuatu yang tidak menyenangkan suaminya” (HR. An-Nasa’i dan al-Hakim).

Kemudian yang terpenting adalah istri harus tahu bagaimana ia seharusnya berbuat dan bersikap agar didambakan suami dan dirindui surga.

Berikut beberapa hal yang harus dilakukan istri bila ingin didambakan suami dan dirindui surga yang telah dirangkum redaksi Bagian Berita dari berbagai sumber.

1. Tidak pernah meninggalkan Sholat lima waktu kecuali ada halangan.

Menjalankan Sholat lima waktu adalah wajib hukumnya bagi umat Muslim. Walaupun menjalankan Sholat tidak menjamin seseorang masuk surga. Tapi, ini adalah salah satu amalan yang bisa melancarkan setiap langkah menuju surga.

"Jika seorang wanita selalu menjaga sholat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina), dan taat kepada suaminya, maka dikatakan pada wanita tersebut, 'Masuklah ke surga melalui pintu mana pun yang engkau suka'." (HR Ahmad).

Halaman:

Editor: Ali Bakti

Sumber: Berbagai Sumber

2. Taat kepada suami

Wanita yang dapat menjadi penghuni surga salah satu mereka yang bisa mengikuti dan taat dengan suami.

Jika sudah taat kepada suami, inshaallah tidak akan sulit untuk masuk surga karena sudah tugasnya sebagai suami untuk menuntun keluarganya menuju kebaikan.

Firman Allah : "...Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka).

Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka.

Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar." (Q.S.An-Nisa : 34).

3. Jadilah istri yang memberi Motivasi.

"Dibalik lelaki sukses, ada wanita (istri) hebat dibelakangnya".Begitulah untaian kata mutiara yang sudah masyhur adanya.

Memang tidak bisa dipungkiri, peran wanita dalam kesuksesan suami sangat penting. Begitu juga sebaliknya, wanita bisa menghancurkan suami sehancur-hancurnya.

Istri yang didambakan suami adalah istri yang memberi motivasi dan semangat kepada suami. Seperti Hadijah yang selalu mendukung Rashulullah.

Istri harus menjadi pendengar setia saat suami curhat kepadanya. Berikan suami semangat, dukung cita-cita mulianya dan selalulah doakan suami untuk kesuksesannya di dunia dan akhirat.

4. Melindungi dari zina

Zina adalah salah satu perbuatan yang dilarang keras oleh Allah SWT. Zina tidak hanya sebatas melakukan hubungan persetubuhan antara laki-laki dan perempuan, tapi juga perbuatan-perbuatan yang membangkitkan syahwat lawan jenis yang bukan muhrim juga termasuk zina.

Firman Allah SWT : “Dan janganlah kamu mendekati zina, karena sesungguhnya zina itu adalah faahisah (perbuatan yang keji) dan seburuk-buruk jalan (yang ditempuh oleh seseorang).” (Q.S Al-Israa: 32).

5. Jangan pernah membuka Aib Keluarga.

Apapun yang menjadi aib keluarga, jangan pernah engkau buka. Kunci rapat-rapat agar tak satupun orang tahu. Bawalah ia sampai keliang lahat.

Jadilah istri yang setia terhadap amanat yang diberikan suami. Istri yang menjaga rahasia keluarga. Jangan sebaliknya, aib keluarga engkau umbar keman-mana. Maka bila demikian jadilah engkau istri yang dirindui oleh neraka.

6. Selalu izin kepada suami jika keluar rumah

Seorang wanita akan rentan melakukan tabarruj jika sudah sering keluar rumah. Karena itulah, Allah SWT lebih memerintahkan seorang istri untuk lebih banyak di rumah dan izin ketika hendak keluar rumah.

Firman Allah SWT : "Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan (bertingkah laku) seperti orang-orang jahiliah dahulu, dan laksanakanlah salat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya.

Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, wahai ahlulbait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya." (Q.S Al Ahzab : 33).

7. Didiklah anak-anak dengan baik.

Kemudian didiklah anak-anak dengan baik dan penuh kasih sayang. Jangan pernah menganggap anak sebagai limbah produksi.

Namun jadikanlah anak sebagai buah cinta. Ajarkan anak sopan santun, moral dan etika serta ilmu agama. Karena ibu sangat dominan dalam mengasuh anak dan ibu lebih banyak waktu bersama anak.

Sehingga dengan demikian, disaat besar, anak-anak diharapkan menjadi anak-anak yang shalih/shalihah yang akan membahagiakan orang tuanya, yang selalu mendo'akan kedua orang tuanya baik semasa hidup maupun ketika sudah meninggal dunia.

8. Istri yang bersedekah pada suami

Kewajiban menafkahi keluarga memang ditanggung oleh kepala keluarga yang mana adalah suami. Tapi ada kondisi di mana suami berada dalam kesulitan sehingga membuatnya tak bisa memenuhi kewajibannya tersebut.

Suatu ketika, Ibnu Mas'ud ra tidak punya uang dan ia tahu istrinya memiliki harta. Maka Ibnu Mas'ud ra menawarkan kepada istrinya agar ia mau bersedekah kepadanya.

Namun sang istri bertanya, "Memang ada pahalanya bila sedekah pada suami?" Ibnu Mas'ud pun menjawab, "Tentu saja."

Karena tidak percaya, ia datang ke Nabi Muhammad saw dan bertanya. Selama ini ia menganggap sedekah itu kepada orang lain, bukan kepada suami. Rasulullah saw. pun menjawab, "Bahkan kamu mendapatkan dua pahala, satu pahala sedekah dan satunya lagi pahala mengokohkan hubungan keluarga."

9. Menyambung Tali Persaudaraan

Seorang wanita juga harus menjalin tali persaudaraan dengan orang yang sudah memutuskan, lebih banyak memberi pada orang, menahan pemberian orang lain untuk dirinya sekaligus memberi maaf pada orang yang mendhaliminya.

Seorang muslimah yang memiliki hak untuk mendiami surga adalah wanita muslimah yang selalu berbakti pada orang tua, memanjangkan tali silahturahmi dengan saudara, menjaga anak yatim, menjaga anaknya supaya menjadi anak sholeh dan sholehah sekaligus menjaga saudaranya dari bahaya lisan dan selalu senantiasa memanjatkan doa untuknya. 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel